Kamis, 29 Maret 2012

Software Penerjemah Tulisan Kedalam Aksara Batak

Mungkin saat ini banyak generasi muda pada orang Batak yang tidak paham tentang aksara Batak.
Maka dari itu, pada posting kali ini, saya ingin berbagi sebuah software penerjemah aksara Batak.
Semoga ini bermanfaat..
Mauliate..



Download Dison



Thanks to :
dan tentunya sang penemu Prof.Dr.Uli Kozok          

Kamis, 22 Maret 2012

Hidup Bermula di Sianjur Mula-Mula

Orang Batak sebut Sang Maha Kuasa itu Mulajadi na Bolon, Dia yang Maha Awal dan tiada akhirnya, Maha Besar.

Kehidupan, awalnya hanya di dunia atas. Begitulah kepercayaan sebagian masyarakat Batak. Di sana, tinggal Ompu Debata Mulajadi na Bolon, beserta tiga dewa lain ciptaannya, yaitu Batara Guru, Soripada, dan Mangalabulan bersama keturunan mereka.
Hingga tiba saatnya anak perempuan Batara Guru, Deakparujar, berumah tangga. Dia ditunangkan dengan Raja Odapodap, putra dari Mangalabulan.
Namun, Deakparujar tidak menyukai tunangannya yang buruk rupa. Dia mengulur waktu dengan berjanji menikah setelah selesai menenun tujuh gumpalan benang kapas. Debata Mulajadi yang mengetahui siasat Deakparujar melempar benang itu sehingga jatuh dari kayangan. Ingin menyelamatkan tenunannya, Deakparujar meniti benang itu sehingga terayun-ayun di antara lautan tak berbatas dan dunia kayangan.
Deakparujar yang enggan kembali ke kayangan lalu meminta Mulajadi memberikannya tanah sebagai tempat berpijak. Permintaan itu dikabulkan. Dengan segenggam tanah tersebut, Deakparujar membentuk daratan di tengah-tengah lautan. Makin lama, bumi ciptaannya pun membesar.
Debata lalu mengirim Naga Padoha untuk membawa Deakparujar ke dunia atas. Utusan Debata itu mencabik-cabik bumi ciptaan Deakparujar. Namun, Deakparujar berhasil mengalahkan Naga Padoha. Bongkahan tanah yang tercabik-cabik Naga Padoha menjelma menjadi pulau-pulau.
Deakparujar memutuskan tinggal di bumi ciptaannya itu. Sebagai hadiah, sang ayah, Batara Guru, mengirimkan sebuah kotak yang begitu dibuka, keluarlah berbagai makhluk dan tanaman memenuhi bumi baru. Deakparujar menyebut kampung barunya itu Sianjur Mulamula.
Tidak disangka-sangka, Debata mengirim Raja Odapodap ke dunia baru itu. Akhirnya, Deakparujar pasrah menerima takdirnya dan menikah dengan Raja Odopodap. Dari perkawinan itu lahir anak kembar laki dan perempuan yang dinamai Sibursok dan Sitatap sebagai manusia mula-mula. Dari anak kembar itu diturunkan raja-raja Batak, Raja Uti, Simarimbulubosi, Raja Sisingamangaraja, dan Raja Nasiakbagi yang menjadi perpanjangan tangan Debata di dunia.
Konon, Deakparujar mengundang penghuni kayangan ke Sianjur Mulamula untuk menghadiri upacara pemberian nama anak-anak mereka. Para penghuni dunia atas itu datang melalui puncak Pusuk Buhit menuju ke Sianjur Mulamula di lereng gunung itu.

|*jahya`sidauruk*|

Rabu, 21 Maret 2012

Filsafat Mangulosi dan Jenis-Jenis Ulos

Filsafat Mangulosi dan Jenis-Jenis Ulos


Mangulosi adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Kenapa begitu dan darimana semua ini bermula ?Beginilah filsafatnya, Dulu para nenek moyang kita selalu berusaha untuk menghangatkan tubuhnya dengan berbagai cara untuk kesehatan dan kenyamanan. Masalahnya, para leluhur kita hidupnya bukanlah di kota-kota besar, tetapi di pegunungan yang jauh di atas permukaan laut ( sea level ). Jadi jangan tersinggung kalau salah satu sebutan untuk bangso kita adalah ‘ Orang Gunung ‘.
Di daerah tadi, tentu saja suhunya sangat dingin dan leluhur kita selalu mencari akal untuk menciptakan rasa hangat yang ideal. Satu contohnya bisa kita lihat dari umpasa ini :
‘Sinuan bulu mambahen las ,
Sinuan partuturan sibahen horas’
Itulah sebabnya di kampung kita banyak sekali terdapat tanaman bambu = bulu. Selain dimaksudkan untuk menangkal musuh dan ancaman hewan buas, bambu tadi ternyata sengaja dibuat untuk menciptakan rasa hangat melingkupi rumah sekelilingnya. Logis kan…? Simpelnya begini, kawanan bambu yang saling mengait akan menghambat hembusan angin.
Leluhur kita menyebutkan bahwa ada 3 unsur kehidupan ; darah, nafas, dan rasa hangat. Hangat dalam bahasa kita adalah ‘ las ‘. Kita tentu paham ucapan semacam ‘ las roha ‘..adalah ungkapan yang menggambarkan rasa sukacita yang dalam. Dari sini, kita makin paham, kehangatan adalah hal yang teramat di inginkan bangso kita.
Dulu, leluhur mengandalkan sinar matahari dan perapian sebagai pencipta rasa hangat. Tapi setelah dipikir-pikir…matahari itu datang dan pergi tanpa bisa dikontrol, lagipula datangnya siang hari. Sementara malam hari dinginnya minta ampun. Api tidak praktis digunakan waktu tidur karena resikonya besar.
Akhirnya ditemukanlah Ulos. Jangan heran kalau ulos yang kita kenal sekarang dulunya dipakai tidur lho. Tapi jangan salah juga, dulu..kualitasnya jauh lebih tinggi, tebal, lembut, dan motifnya sangat artistik.
Sejak saat itu, ulos makin digemari karena praktis. Kemana saja mereka melangkah, selalu ada ulos yang siap membalut tubuhnya dalam kehangatan. Ulospun jadi kebutuhan yang vital, karena sekaligus juga dijadikan bahan pakaian yang indah = uli. Kalau ada pertemuan kepala-kepala kampung, seluruh peserta melilitkan ulos di tubuhnya.
Sedemikian pentingnya ulos ini untuk kehidupan sehari-hari, sehingga para leluhur kita selalu memilih ulos sebagai hadiah atau pemberian untuk orang-orang yang mereka sayangi.
Nyatalah sekarang umpasa yang mengatakan :
‘ Si dua uli songon na mangan poga,
malum sahit bosur butuha ‘
Akhirnya, ulos pun masuk dalam adat yang sakral dan dibuat aturannya. Kita harus paham aturan-aturan yang dimaksud :
- Ulos hanya diberikan kepada pihak kerabat yang tingkat partuturannya lebih rendah. Misal: dari hulahula untuk parboruan; dari orangtua untuk anak-anaknya; dari haha untuk angginya. Jadi kita tak akan pernah menemukan orang Batak yang mangulosi orang tuanya sendiri atau ada seorang adik yang tanpa perasaan bersalah mangulosi abangnya. Tak ada itu.
- Karena ulos telah dibuat menjadi beberapa macam, sudah barang tentu tidaklah sembarangan memberi ulos (mangulosi) kepada orang-orang. Misalnya Ragidup sebagai ulos panggomgom untuk ina ni hela, Sibolang atau Ragihotang sebagai ulos pansamot untuk ama ni hela.
Cara pemakaian ulos ada 3 :
1. Siabithononton ( dipakai ) : Ragidup, Sibolang, Runjat, Djobit, Simarindjamisi, Ragi Pangko.
2. Sihadanghononton ( dililit di kepala atau bisa juga ditengteng ) : Sirara, Sumbat, Bolean, Mangiring, Surisuri, Sadum.
3. Sitalitalihononton ( dililit di pinggang ) : Tumtuman, Mangiring, Padangrusa.
Jaman sekarang, terutama Batak yang sudah tinggal di kota, ulos mutlak digunakan sebagai pendukung ritual adat saja, karena ulos = blanket yang macam-macam sudah bisa kita dapatkan dengan mudah dan sekarang kebanyakan dari kita pasti berpikiran kalau memakai ulos akan kelihatan seperti orang bodoh. Apa boleh buat, itu tergantung dari selera, pergaulan, dan sejauh mana kita mencintai ulos. Tapi terus terang saya tidak bisa memastikan itu salah, benar, atau tidak salah dan tidak benar.
Sekedar informasi saja, di Surabaya sini banyak sekali orang Madura yang bangga menggunakan pakaian khas daerahnya di depan public, dan jangan bilang kalau mereka itu kampungan ! Kita harus berterima kasih kepada Martha Ulos atau Eva Gracia Ulos yang mau melestarikan seni maha kaya ini.
Berikut adalah jenis-jenis ulos yang biasa digunakan dalam acara adat sekarang ini. Jadi kalau ada jenis ulos yang anda ketahui, tapi tidak tercantum disini, anda boleh menambahi berdasarkan fakta dan persetujuan kita semua. Kita memang kehilangan lecture asli mengenai ragam ulos. Tanpa ada kesan menghakimi, saya menduga, orang Belanda telah mencurinya ( Probably :D ).
Ada 12 jenis berdasarkan motif dan fungsinya dalam ritual adat :
MANGIRING
Sering diberikan sebagai ulos parompa = gendongan anak, juga dihadiahkan kepada dua kekasih ataupun pasangan muda, dengan harapan, anak yang akan memakai parompa ini akan terus dalam iringan oangtuanya.
Kepada pasangan pengantin, ulos ini diberikan sembari mengucapkan sebait umpasa :
‘ Giringgiring gostagosta,
sai tibu ma hamu mangiringiring huhut mangompaompa ‘
Cara memakainya : sitalihononton atau sinampesampehon = dijadikan selendang.
MANGIRING PINARSUNGSANG
Ulos ini diberikan kalau ada acara adat yang masisuharan/marsungsang = kacau. Misalkan, ada pihak yang semula adalah hulahula kita, tapi kemudian menjadi pihak boru karena alasan pernikahan. Ulos inilah yang patut diberikan kepada pengantin sembari berucap :
‘ Rundut biur ni eme mambahen tu porngisna,
masijaitan andor ni gadong mambahen tu ramosna ‘
artinya, biarlah partuturon jadi sedikit kacau kalau itu demi kebaikan. Lihatlah, betapa mulia adat kita Batak. Seharusnya kita bangga.
Cara memakainya : sitalihononton atau sinampesampehon.
BINTANG MAROTUR/MARATUR
Beginilah leluhur kita menyebut ulos ini : On ma ulos ni Siboru Habonaran, Siboru Deak Parujar, mula ni panggantion dohot parsorhaon, pargantang pamonori, na so boi lobi na so boi hurang. Artinya adalah kebijaksanaan.
Sekedar info, Deak Parujar adalah tokoh Batak paling bijaksana dan ini akan saya rampungkan dalam kisah tarombo.
Ulos ini juga disebut sebagai siatur maranak, siatur marboru, siatur hagabeon, siatur hamoraon.
Cara memakainya : sitalihononton atau sinampesampehon.
GODANG
Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Indah nian ulos ini, dan harganya pun cukup indah. Walaupun derajat ulos ini masih di bawah Ragidup, kalau masalah harga ulos ini jangan diadu.
Ulos godang kita berikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian ulos ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang godang = banyak, mencapai apa yng dicita-citakannya dan mendapat berkat yang godang pula dari Debata = Tuhan.
Cara memakainya : dibuat baju, sinampesampehon
RAGIHOTANG
Ulos inilah yang umumnya lebih banyak diuloshon = diberikan saat ini. Kelihatan sangat anggun saat ulos ini diuloshon = dipakaikan = disandangkan, terlebih kalau jenisnya dari motif yang paling bagus. Ragihotang terbaik disebut ‘ Potir si na gok ‘.
Ada beberapa umpasa yang bisa digunakan ketika manguloshon yang satu ini, yakni :
‘ Hotang do ragian, hadanghadangan pansalongan
sihahaan gabe sianggian, molo hurang sinaloan ‘
‘ Hotang binebebebe, hotang pinulospulos
unang iba mandele, ai godang do tudostudos ‘
‘ Tumbur ni pangkat tu tumbur ni hotang
tu si hamu mangalangka sai di si ma hamu dapotan ‘
‘ Hotang hotari, hotang pulogos
gogo ma hamu mansari asa dao pogos ‘
‘ Hotang do bahen hirang, laho mandurung porapora
sai dao ma nian hamu na sirang, alai lam balga ma holong ni roha ‘
‘ Hotang diparapara, ijuk di parlabian
sai dao ma na sa mara, jala sai ro ma parsaulian ‘
Cara memakainya : dibuat baju, sinampesampehon
SITOLUNTUHO/SITOLUTUHO
Ada keistimewaan dari ulos ini, terlihat jelas dalam motif gorganya terdapat tolu = tiga tuho = bidang arsiran. Tak salah lagi ini pasti menggambarkan Dalihan Na Tolu ( baca souvenir sebelumnya ‘ Paratur ni Parhundulon ‘ ). Jadi jelaslah tujuan ulos ini diberikan. Setelah wejangan Dalihan Na Tolu diberikan, kita jangan lupa manghatahon = mengucapkan ‘ sitolu saihot ‘, yakni :
1. Pasupasu asa sai masihaholongan jala rap saur matua :
‘ Sidangka ni arirang na so tupa sirang,
di ginjang ia arirang, di toru ia panggongonan.
badan mu na ma na so ra sirang, tondi mu sai masigomgoman ‘
2. Pasupasu hagabeon :
‘ Bintang na rumiris ombun na sumorop
anak pe di hamu riris, boru pe antong torop ‘
3. Pasupasu pansamotan :
‘ Bona ni aek puli, di dolok Sitapongan,
sai ro ma tu hamu angka na uli, songon i nang pansamotan ‘
Cara memakainya : sinampesampehon.
BOLEAN
Ulos ini diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua nya. Bolean = membelaibelai, dimaksudkan untuk mangapuli = membelai hati si anak agar selalu tabah.
Cara memakainya : sinampesampehon.
SIBOLANG
Disebut juga sibulang dan diberikan kepada orang sibulang = orang yang dihormati karena jasanya. Misalkan ulubalang yang mengalahkan musuh, atau yang bisa membinasakan binatang pemangsa yang mengganggu.
Jaman sekarang, ulos ini diberikan kepada amang ni hela dan ulos ini disebut sebagai ulos pansamot na sumintahon supaya amang ni hela tadi bisa menjadi tempat bersandar dan berlindung, na gogo mansamot jala parpomparan sibulangbulangan :
‘ Marasar sihosari di tombak ni panggulangan
sai halak na gogoma hamu mansari jala parpomparan sibulangbulangan ‘
Ulos sibolang juga sering dipakai untuk menghadiri upacara kematian. Sekaligus ulos ini dililitkan di kepala dari namabalu = isteri/suami yang ditinggalkan.
Cara memakainya : dibuat baju, sinampesampehon
RAGIDUP
Betapa sulit dan lelahnya membuat ulos ini, karena motifnya sungguh rumit. Dan memang inilah ulos paling tinggi derajatnya dalam adat kita Batak. Kalau kita cermati rupa gorga dalam ulos ini, seolah-olah semuanya hidup dan bernyawa. Itu sebabnya dinamakan Ragidup ( aragi = hidup ). Inilah ulos simbol kehidupan. Umumnya orang Batak ingin hidup dalam waktu yang lama dan jarang/tidak pernah ada orang Batak yang saya dengar bunuh diri. Orang Batak tak takut hidup dalam kemiskinan yang mendera untuk terus berjuang demi hidup. Kita adalah survivors. itu sebabnya ada umpasa seperti berikut :
‘ Agia pe lapalapa asal di toru ni sobuan
agia pe malapalap asal ma di hangoluan,
ai sai na boi do partalaga gabe parjujuon ‘
Bagian-bagian dari ulos ragidup, namanya dan artinya :
- Ada dua sisi tepi sebagai batas, yang menjelaskan kalau semua yang ada di dunia ini ada batasnya.
- Dua sisi tadi mengapit tiga bagian dan disebut ‘ badan ‘. Bagian paling ujung dimana bentuknya kelihatan sama disebut ‘ ingananni pinarhalak ‘. Ingananni pinarhalak terbagi dua lagi , yakni ingananni pinarhalak baoa dan ingananni pinarhalak boruboru.
bagian ‘ badan ‘ tadi warnanya merah kehitaman dan ditingkahi garis-garis putih yang disebut ‘ honda ‘. Ingananni pinarhalak tadi adalah simbol hagabeon, maranak dan marboru. Masih terdapat tiga simbol lagi di sana, yakni :
1. Antinganting, adalah simbol hamoraon, karena antinganting biasanya terbuat dari emas.
2. Sigumang = beruang, yakni simbol kemakmuran. Beruang adalah binatang yang bekerja tepat dan dfisien, tidak banyak aksi.
3. Batu ni ansimun, melambangkan hahipason ( ansimun sipalambok, taoar sipangalumi ).
Di celah ketiga simbol ini, ada lagi macam bunga yang disebut ‘ipon’, dan di celah iponipon tadi ada yang disebut dengan ‘rasianna’.
Cara mangarasi = memeriksa Ragidup yang baik :
1. Ulos itu kelihatan jernih
2. Tenunannya rapi dan ukurannya benar ( Martha Ulos mungkin tahu, atau Belanda ? )
3. Honda harus berjumlah ganjil.
4. Jumlah ipon harus benar.
Cara memakainya : dibuat baju, sinampesampehon.
RAGIDUP SILINGGOM
Perbedaan ulos ini dengan Ragidup biasa adalah bagian ‘ badan ‘. Ulos ini punya badan yang kelihatan lebih linggom = gelap. Ulos inilah yang paling tepat diberikan kepada anak yang punya pangkat dan punya kuasa, dengan maksud, kita bisa marlinggom = berlindung di bawah kebijaksanaannya. Ini bisa juga kita berikan kepada petinggi yang mendatangi kampung kita.
Ragidup Silinggom tidak diperjual belikan. Tapi entahlah ada pihak tertentu yang melakukannya. Sebenarnya, ulos jenis ini hanya akan ditenun bila ada pemesannya.
Cara memakainya : sinampesampehon.
PINUSSAAN
Masih termasuk Ragidup. Cara memakainya pun sama.
SURISURI/TOGUTOGU/LOBULOBU
Ini ulos yang eksentrik. Rambu-rambunya tidak dipotong hingga kedua ujungnya bersatu sebagaimana layaknya kain sarung. Dan hanya wanita lah yang memakai ulos ini. Dimaksudkan, agar mereka kelihatan sopan karena ini pakaian rumahan. Jenis ini juga paling banyak dijadikan parompa.
Dinamakan lobulobu supaya segala kebaikan marlobu = masuk ke rumah orang yang memakainya.
Apabila ada boruboru yang menggendong ibotonya = adik laki-laki yang kecil, dia akan bersenandung :
‘ Ulos lobulobu marrambu ho ditongatonga
tibu ma ho ito dolidoli, jala mambahen si las ni roha ‘
Apabila dia menggendong adik perempuannya, dia akan bersenandung :
‘ Ulos lobulobu marrambu ho ditongatonga
sinok ma modom ho anggi, suman tu boru ni namora ‘
(Disadur dari Djambar Hata – oleh Ompu ni Marhulalan)
Horas!!!

sumber-sumber:
kaskus.us
sirajasonang.wordpress.com

Selasa, 20 Maret 2012

Silsilah Marga Sidauruk (repost sian Sdr.Maruhum Sidauruk)

  Silsilah Sidauruk Parjolo, marsantabi hami tu angka "Sahala ni Oppunta na parjolo", molo tung dia adong na sala sian sarito na ni guratton nami on, unang gabe marpangabahan nasodenggan, alai gabe manghorhon na denggan jala habasaran mai tu angka keturunan ni da oppung. Ia namasihol do hami umboto boris-boris ni angka siminitmu. Horas ma. Tu hita pomparan sidauruk ...nanihormatan: untuk saling mengisi dan menambah pengetahuan ta mengenai silsilah ta, dison hucoba do manggurathon sarito na ni angka natua-tua ta secara turun temurun. (Ingat: molo naeng botoon ise angka oppung niba, maka sumber utama sisunghunon ima among niba, laos songoni do i secara terus menerus. On do mambaen hita umboto ise do hita.) Molo tung dia adong diantara ni pembaca, pemerhati na umboto angka sarito taringot topik onni asa boi ma hita sharing atau berbagi dan berdiskusi, tak perlu ngotot dan tak perlu tegang, bukan kataku yang harus benar dan kamu salah atau sebaliknya. Kita cari silsilahta asa lam sada do rohanta dibagas holong. Manurut saritona : sada sian keturunan dari Sitanggang Silo yaitu dari Op. Pangadatan sai holan na marparippik (mencari ikan) do lomo nirohana manang karejona. Ibana mangalului dekke mulai sian tao ni Buhit (Panguruan) sahat mai tu tao ni Simanindo, dibereng ibana uli do inangan i, laos gabe tinggalma ibana di inganan i, ima nasaonari hita tanda dohot sebutan Simanindo. Sian Op. Pangadatan on ma ninna Oppu ta Situngko Nabolon, jala Oppu Situngko Nabolon anakna 3 (tolu), ima : Sidauruk, Turnip, Sitio. Angka natua-tua na parjolo baik sian Sidauruk, Turnip, nang Sitio sai olo do mambaen pangidoan dohot parsombaan tu Ompunta Situngko Na Bolon. On patuduhon pengakuan terhadap adanya keterkaitan na tolu marga on. Parhutaanna pe secara geografis tarida do i mulai sian dolok tu toruan ima sian Lumban Dolok nadiingani ni Sidauruk, tu Lumban Turnip nadiingani ni Turnip, dohot tu Lumban Sitio na diingani ni Turnip. Holan on ndang jelas (manang ndang adong dope referensi na meyakinkan) apakah na tolu marga on satu ibu. Alana pola do rupani di keturunanna adong sanga parbolatan mengenai ise siangkangan, jala ise sianggian molo nunga jumpang diparadaton. Manurut sarito na nisaritohon ni angka natua-tua, ala sai patungtang do nasida mengenai i, ujungna dibahen angka natua-tua raja adatma parrapoton jala dibaen ma PANGINTEAN marhite sipanganon dekke (ihan) na ditanom diindahan jala masing-masing manggomak indahan i dohot dekke i. Ima na gabe padamehon nasida, nagabe partuturon, panjouon di nasida sesuai dohot isi (bagian) na dapor nasida. Na dapotan ulu (kepala) ima Sidauruk jala on ma nagabe uluan diantara nasida (siabangan), na dapotan bagian butuha manang badan ima Turni nagabe sipaitonga, jala Sitio dapotan ihur ima nagabe siampudan. Manurut hatorangan manang sarito ni angka natua-tua, anggo oppunta na parjolo agak hurang do dijumlah ni keturunan na, sai godangan si sada-sada do ninna anakhon na. 0. Op. Sidauruk/br. Sihaloho : 1. Op. Jabonar/br. Sinaga 2. Op. Janatikkos/br. Sihaloho 3. Op. Mularaja/br. Sihaloho 4. Op. Bona Oloan/br Purba 5. Op. Pintu Batu/br. Sihaloho : 6.1. Op. Pilian Ni Aji/br. Purba 6.2. Op. Jaimbo/br. Silalahi, Manik,...?? Untuk turunan selanjutnya Khusus sian Op. Pilian Ni Aji menyusul akan dilengkapi. sedangkan untuk Op. Jaimbo diharaphonsian keturunanna asa ditelusuri molo boi di add tu dokumen on ate asa boi hita saling berbagi. Horas ma dihita, 18 Oktober 2010 Revisi kembali tgl. 10 Januari 2011 Aston Sidauruk Lihat Selengkapnya sekitar 2 minggu yang lalu · Lihat dokumen · SukaTidak Suka · Komentari · Berhenti LanggananBerlangganan * * * o Maruhum Sidauruk Ada lagi info sedikit dari teman Sri Sidauruk... mohon yg muda muda mempelajari dan menelusurinya dan memberikan masukan dan meralat yg perlu dll... untuk nantinya bisa kita cetak. ok Jumat pukul 22:22 · SukaTidak Suka o Maruhum Sidauruk Awalnya sidauruk yg dtg ke kenegrian simanindo ada 2,(lupa nama op itu).bilang saja Op.A s abangan n Op B s adkan.Op A ini dulunya marsopo2 balian (diasingkan ke ladang) krn punya penyakit.tinggallah istri Op s A d rumahnya.d tempat terpsah... tinggal jg adiknya Op s B. Pada saat diasingkan,istri op ini mardongandongan (punya hbngn special) dgn Op B.lahirlah borunya.op A heran n curiga bhwa ini bkn anaknya. Setelah sembuh dr sakitnya kembalilah Op A ke rumah. Suatu saat,diajlah adinya berburu ikan k tengah hutan. Ikan hasil buruannya ditusukkan dgn lidi yg berasal dr pohon tuak(enau). Sampai d rumahnya dikasih ikannya ke istrinya. pada saat mlm hari,mereka makan ke rumah Op B. betapa herannya Op A n bertanya,knapa lah ikan hsil tangpanku ada sama adikku???berarti ada yg aneh ini,pikir Op A.hal ini tau dr bekas tusukan lidi td. Berencanalah Op A membunuh adiknya.dimasaklah ikan n diberi racun.Op A berpesan spy borunya jgn makan ikan itu,dia berharap adknya yg makan krn pastilah dikasih istrinya kpd adiknya. Krn aroma ikan ini amat menggiurkan,maka boru ini memakan ikan itu kemudian meninggal. bgtu tau bhwa ikan itu ditujukan utknya,larilah Op B ke perkebunan daerah lwt siantar n menikah dgn boru Jawa.lahirlah bagi mereka anak yg diberi nama Tuanku Seh. D smanindo,op A dihadapkan kpd hukuman mati krn utk itu butuh proses lama.mdngr kabar itu,kmbalilah Op B ke simanindo tnpa membawa boru jawa n anaknya. Akhirnya hbgn abang adik kmbali utuh.,OP B menikah n lahirlah anaknya yaitu sidauruk yg ada d rautbosi,sinuan dr isti 1 n dr istri ke 2 sidauruk yg dari hutaginjang, par situnjang. Menyadari bhwa dirinya mandul Op A membiarkan istrnya bergaul dgn adiknya n lahirlah sidauruk yg dr simanindo. Makanya sidauruk yg dr simanindo sebenarnya s adek an.tp krn menghargai op td maka dipanggillah abang. Op B kemudian merantau ke daerah siantar,sidamanik n beberapa tempat lain sehingga muncullah sidauruk di daerah itu. D rautbosi sndri ada 5 keturunan yg disebut Op.Simataniari si abangan n 4 orang adiknya (q krg tau). keturunan op s mataniari biasanya Cuma punya 1 anak krn seringan mati muda. menurut mitosnya,marga sidauruk ini pingin disingkirkan dgn cara2 yg dulu.sampai suatu saat punya 2 anak yaitu Op …… n Op.Pande. silsilah Op Pande ---> Ap.Pande (Op.Haposan) ---> Ap.Pita (Pande/Op Jahya-Ria) ----> Ap.Ria ---> Ria,Jahya dll. Maaf y bila ada kata salah n partuturannya ada yg salah. Karena Opung2 kita yg di atas biasanya punya anak hanya 1 -2 orang,makanya sidauruk itu ga punya nomor.ditambah lg krn op kita banyak mati muda,jd silsilah blm diajarkan kpda anak2nya. harap maklum ya. hehehehehhe Jd,SIDAURUK DARIMANAKAH ANDA?????? Senang bgt bisa kenalan ma ito n kakak/adik marga sidauruk.pingin bgt tau keturunan sidauruk yg laen terutama dr Lbn Sidauruk.